oleh

Dinkes OKI Tingkatkan Kewaspadaan Diare, 129 Pasien Dirawat Inap dan 6 Kasus DBD di RSUD Kayuagung

-Kesehatan-71 Dilihat

KAYUAGUNG-|Rakyat Nusantara|Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus diare dan demam berdarah dengue (DBD). Langkah ini dilakukan melalui penguatan pemantauan kasus, upaya pencegahan, serta imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, dr. H. Henry Yanridho AP, melalui Fahmi, menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta seluruh pimpinan puskesmas meningkatkan kegiatan pemantauan, pencegahan, penemuan, dan penanganan kasus diare di wilayah kerja masing-masing.

Berdasarkan data yang disampaikan, pada bulan ini tercatat 16 pasien diare dan dua pasien muntaber menjalani rawat jalan. Sementara itu, pasien yang menjalani rawat inap terdiri dari 129 orang dengan diare dan 14 orang dengan muntaber.

Selain itu, laporan pasien DBD yang dirawat di RSUD Kayuagung pada bulan ini tercatat sebanyak enam orang.

Data tersebut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan. Namun, angka tersebut perlu dilihat berdasarkan periode pendataan dan wilayah cakupan masing-masing agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru mengenai tren peningkatan kasus.

Puskesmas Diminta Perkuat Pemantauan Diare

Dalam upaya mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus diare, Dinas Kesehatan OKI meminta seluruh puskesmas meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya diare dan pentingnya segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gejala penyakit tersebut.

Pasien diare yang menjalani rawat jalan juga diminta tetap dipantau untuk mencegah kondisi memburuk dan mengurangi risiko kematian akibat diare.

Upaya pencegahan turut difokuskan pada kebersihan lingkungan, kebiasaan mencuci tangan, pengelolaan sampah, serta perlindungan sumber air bersih dari pencemaran.

Masyarakat diimbau memastikan sumur memiliki penutup dan pelindung yang memadai, terutama sumur yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak. Bagi desa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, warga diminta tidak menggunakan air yang kotor atau tercemar untuk kebutuhan konsumsi.

Dinas Kesehatan juga mendorong pelaksanaan kaporisasi sumur apabila diperlukan, peningkatan PHBS, serta kebiasaan merebus air sebelum diminum. Peralatan makan dan minum yang telah dicuci hendaknya disimpan di tempat tertutup agar terhindar dari debu dan kotoran.

Di tingkat pelayanan, puskesmas diminta menyiapkan pojok oralit dan klinik sanitasi. Penyuluhan mengenai PHBS, diare, serta cara membuat oralit di rumah juga perlu ditingkatkan melalui kegiatan posyandu dengan melibatkan kader kesehatan.

Apabila ditemukan peningkatan kasus yang tidak biasa atau dugaan kejadian luar biasa (KLB), puskesmas diminta segera melaporkannya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten OKI melalui bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).

OPD hingga Pemerintah Desa Diimbau Cegah DBD

Di sisi lain, Dinas Kesehatan OKI juga telah menyampaikan surat imbauan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, dan lurah untuk meningkatkan upaya pencegahan serta pengendalian DBD.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih secara rutin setiap pekan di lingkungan rumah maupun perkantoran, yang dipadukan dengan pemantauan jentik nyamuk dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Adapun langkah Plus mencakup berbagai tindakan tambahan untuk mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk, seperti menggunakan obat antinyamuk, memasang kawat kasa, serta menghilangkan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kegiatan kebersihan lingkungan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *