oleh

Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) Jawa Barat Menggelar Aksi Unjuk Rasa

-Artikel-71 Dilihat

Bandung |Rakyat Nusantara| – Sebagai bentuk respon atas dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Perumda pasar kota Bandung (2025)
Aksi tersebut di ikuti oleh berbagai unsur organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) organisasi kemasyarakatan(ORMAS) serta komunitas dan sejumlah elemen turut hadir,dalam aksi tersebut massa mendatangi tiga lokasi utama untuk menyampaikan tuntutan.

Lokasi pertama adalah kantor DPRD Bandung dengan tujuan mengutarakan aspirasi terkait polemik yang dinilai tak kunjung terselesaikan kasusnya di Perumda Pasar dan PDAM, lokasi kedua yang didatangi adalah kejaksaan negeri (KEJARI) aksi ini berkaitan dengan laporan pengaduan yang sebelumnya telah di sampaikan oleh Aliansi Pemuda Anti Korupsi(APAK)Jawa Barat untuk menanyakan perkembangan proses penanganan laporan tersebut yang hingga kini masih berjalan.

Lokasi yang ketiga di lanjutkan ke dinas binamarga propinsi Jawa barat, massa diterima langsung oleh sekertaris dinas dan Aliansi menyampaikan dugaan terkait pengadaan proyek tahun 2025 khususnya pengadaan dump truck dan alat berat yang di nilai sarat kejanggalan, aliansi bertanya- tanya mengapa pemegang proyek seolah-olah selalu perusahaan yang sama atau saling bergantian.

Aliansi Pemuda Anti Korupsi Jawabarat menegaskan bahwa jika persoalan ini tidak dapat diselesaikan secara internal melalui evaluasi, mutasi atau tindakan tegas lainnya maka mereka siap melaporkan ke komisi pemberantasan korupsi(KPK) dengan bukti yang dinilai cukup kuat memutus mata rantai korupsi dengan integritas radikal,independensi finansial menolak jadi boneka dan memilih jadi penjaga.

Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) adalah wadah pergerakan intelektual dan moral pemuda yang lahir dari keresahan atas praktik korupsi sistemik yang merusak tatanan bangsa.dibawah kepemimpinan R.Yadi Suryadi, APAK hadir bukan sekadar sebagai kelompok aktivis yang reaktif, melainkan sebagai benteng integritas yang bergerak secara sistematis, terukur, dan berbasis data.

​Kami percaya bahwa korupsi tidak bisa dilawan hanya dengan kemarahan, tetapi harus ditumbangkan dengan kecerdasan, transparansi, dan persatuan yang kokoh,​pilar kekuatan APAK adalah ​untuk menjaga marwah perjuangan, APAK berdiri di atas empat pilar utama :
​Independensi Finansial & Intelektual APAK sangat selektif terhadap sumber pendanaan. Kami menolak keras bantuan dari pihak manapun yang bertujuan untuk memprovokasi, meresahkan masyarakat, atau memiliki agenda politik kotor.

Independensi adalah harga mati ; kami tidak bisa didikte karena kami tidak berhutang budi pada koruptor ​Strategi Berbasis Data (Evidence-Based) Setiap peluru kampanye APAK adalah data,kami tidak berbicara berdasarkan rumor tetapi melalui tim riset internal, analisis data sekunder (Laporan BPK/e-Budgeting), dan teknik OSINT (Open Source Intelligence), APAK menyajikan temuan yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

​Integritas internal tanpa kompromi APAK menerapkan kode etik ketat, sebelum membenahi institusi luar, kami memastikan internal APAK bersih dari konflik kepentingan. Kami menjaga jarak strategis (arm’s length relationship) dengan entitas lain yang menggunakan cara-cara tidak etis dalam berkampanye.

​Advokasi & Keamanan kami membangun jejaring perlindungan bagi para whistleblower dan anggota, mencakup bantuan hukum dan mitigasi risiko digital, guna menghadapi potensi serangan balik dari para pelaku korupsi.

​​Di bawah kepemimpinan R.Yadi Suryadi, APAK berkomitmen untuk menjadi mitra kritis pemerintah dan penegak hukum. Kami bergerak secara elegan: Tegas dalam prinsip, namun santun dalam metode. Kami tidak mencari kegaduhan, kami mencari kebenaran dan pengembalian hak rakyat.

​”Korupsi adalah musuh bersama yang sangat rapi organisasinya. Maka, APAK harus jauh lebih terorganisir, lebih cerdas, dan lebih bersih dari apa yang kita lawan, ucap ” R.Yadi Suryadi.(Sukatri)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *