oleh

Perkuat Tebing Sungai, BBWS Citanduy Lindungi Akses Warga

-Info Desa-18 Dilihat

CILACAP-|Rakyat Nusantara|Warga Dusun Danasari, Desa Mulyasari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, merasa lega dengan adanya pemasangan bronjong oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di Sungai Cileumeuh. Pekerjaan yang dilaksanakan pada penghujung Oktober 2026 tersebut bertujuan memperkuat tebing sungai, mencegah bahaya abrasi atau pengikisan tanah akibat aliran air, serta menjaga keamanan jembatan penghubung antarwilayah yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

Pemasangan bronjong berlokasi di RT 04 RW 09, Dusun Danasari, tepatnya di bawah jembatan penghubung Desa Mulyasari, Desa Padangjaya, dan Desa Cilopadang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Keberadaan jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, penguatan tebing sungai melalui pemasangan bronjong menjadi langkah penting untuk membantu mencegah pengikisan tanah yang berpotensi mengancam kestabilan tebing serta kondisi infrastruktur di sekitar jembatan.

Salah seorang warga setempat, Muhtadi, warga RT 04 RW 09 Dusun Danasari, mengaku lega dengan adanya penanganan tersebut. Pemasangan bronjong diharapkan mampu memberikan perlindungan pada tebing sungai sekaligus menjaga keberlangsungan akses penghubung yang dimanfaatkan masyarakat dari sejumlah desa.

Pelaksanaan Pekerjaan Mengedepankan Kualitas

Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada penyedia jasa, Warto, yang akrab disapa Tato. Dalam menjalankan tugasnya, ia berupaya memastikan pekerjaan berjalan sesuai arahan dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan BBWS Citanduy.

Pekerjaan tersebut berada dalam pengawasan pihak BBWS Citanduy melalui PPK O&P SDA II, Yahya Yoshua Leander, S.I.Kom., M.T. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (juknis), serta arahan yang berlaku.

Yahya Yoshua Leander menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan teknis dalam setiap tahapan pekerjaan. Hal tersebut diperlukan agar hasil pekerjaan memiliki kualitas yang memadai, berfungsi secara optimal, dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Warto alias Tato berupaya membangun sinergi dengan warga setempat dan pihak pengawas selama pelaksanaan pekerjaan. Koordinasi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus memastikan hasil pemasangan bronjong sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

Cegah Abrasi dan Jaga Akses Penghubung Antarwilayah

Pemasangan bronjong di Sungai Cileumeuh diharapkan dapat membantu menahan pengikisan tanah akibat aliran air, terutama ketika debit sungai meningkat pada musim hujan. Struktur bronjong yang tersusun dari kawat berisi batu berfungsi sebagai pelindung tebing untuk membantu mengurangi risiko abrasi dan menjaga kestabilan tanah di sekitarnya.

Upaya tersebut menjadi penting mengingat lokasi pekerjaan berada di bawah jembatan yang menghubungkan beberapa desa. Apabila tebing sungai mengalami pengikisan secara terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kestabilan area di sekitar jembatan dan mengganggu akses masyarakat.

Dengan adanya pemasangan bronjong, warga berharap perlindungan tebing Sungai Cileumeuh dapat semakin optimal sehingga infrastruktur penghubung antarwilayah tetap terjaga dan bisa dimanfaatkan dengan aman.

Pekerjaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemeliharaan infrastruktur sumber daya air agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui pengawasan yang baik, pelaksanaan sesuai ketentuan teknis, serta sinergi antara penyedia jasa dan masyarakat, pemasangan bronjong tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Mulyasari, Padangjaya, Cilopadang, dan wilayahsekitarnya.(Tons)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *