oleh

BBWS Citanduy Mulai Survei Normalisasi Sungai Sukamulya, Upaya Kurangi Risiko Banjir di Desa Paledah

-Artikel-15 Dilihat

PANGANDARAN-|Rakyat Nusantara|Harapan warga Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, untuk terbebas dari ancaman banjir mulai menemukan titik terang. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) II, Yahya Yoshua Leander, memulai survei lokasi normalisasi Sungai Sukamulya BDS 1 pada Jumat (12/6/2026).

Kegiatan survei dilakukan di sepanjang aliran Sungai Sukamulya dengan panjang sekitar dua kilometer yang melintasi wilayah Desa Paledah. Survei ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kondisi eksisting sungai sekaligus menyusun rencana teknis sebelum pekerjaan normalisasi dilaksanakan.

Yahya Yoshua Leander menjelaskan, normalisasi Sungai Sukamulya menjadi salah satu prioritas penanganan karena kondisi sungai saat ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi di sejumlah titik. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas tampung air berkurang sehingga meningkatkan potensi luapan sungai saat curah hujan tinggi.

“Survei ini merupakan tahap awal untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan sehingga penanganan yang dilakukan nantinya dapat tepat sasaran. Tujuan utamanya adalah mengembalikan fungsi sungai agar aliran air lebih lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan,” ujarnya.

Menurutnya, normalisasi sungai tidak hanya bertujuan mengurangi ancaman banjir, tetapi juga meningkatkan fungsi Sungai Sukamulya sebagai saluran drainase utama yang mendukung aktivitas masyarakat, terutama di sektor pertanian dan kawasan permukiman.

Sungai Sukamulya selama ini memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Desa Paledah dan wilayah sekitarnya. Namun, sedimentasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir membuat aliran sungai tidak lagi optimal. Akibatnya, warga kerap dihantui kekhawatiran saat musim penghujan karena meningkatnya risiko genangan maupun banjir.

Rencana normalisasi tersebut pun disambut positif oleh masyarakat. Warga berharap pekerjaan dapat segera direalisasikan sehingga kapasitas sungai kembali normal dan mampu mengalirkan debit air secara maksimal saat hujan deras.

Selain mengurangi risiko banjir, normalisasi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian, menjaga kelancaran sistem drainase, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai.
Langkah yang dilakukan BBWS Citanduy ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menjaga fungsi sumber daya air, memperkuat sistem pengendalian banjir, serta memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Dengan dimulainya survei ini, masyarakat Desa Paledah berharap proses normalisasi Sungai Sukamulya dapat segera memasuki tahap pelaksanaan, sehingga persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan utama warga dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.(Tons)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *