Humbahas-|Rakyat Nusantara|Kekesalan masyarakat daerah pullung Mesin Automated Teller Machine (ATM) yang terletak di pompa bensin (pombensin) Pollung, Kecamatan Dolok sanggul kerap mengalami kendala dengan seringnya menelan kartu ATM milik nasabah. Kondisi ini telah menjadi keluhan berulang dari pengguna selama beberapa bulan terakhir, namun hingga kini belum ada tindakan perbaikan yang dilakukan oleh pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang mengelola unit mesin tersebut.
Menurut salah satu karyawan pombensin yang tidak ingin disebutkan namanya, masalah ini bukan hanya terjadi sesekali, melainkan sudah menjadi kejadian yang sering berulang. “Dalam sebulan terakhir saja, sudah ada tidak kurang dari 10 hingga 20 kartu ATM yang terjebak dan tertelan oleh mesin ini. Mulai dari kartu BRI sendiri, hingga kartu dari bank lain yang bisa digunakan secara lintas bank,” ungkap karyawan tersebut.
Karyawan tersebut menjelaskan bahwa pihak pombensin telah melakukan upaya untuk memberikan informasi kepada pengguna dengan memasang papan peringatan di dekat mesin ATM. Namun, hal tersebut tidak menghentikan banyak nasabah yang masih mengalami kesulitan karena tidak memperhatikan peringatan atau memang membutuhkan layanan ATM secara mendadak.
“Kami sudah beberapa kali melaporkan kondisi mesin kepada pihak manajemen pombensin, dan informasi tersebut juga telah diteruskan ke pihak BRI melalui kontak yang tersedia. Bahkan pada beberapa kesempatan, petugas dari pombensin juga telah menghubungi call center BRI untuk melaporkan kendala ini, tapi hingga saat ini belum ada jadwal pemeriksaan atau tindakan perbaikan yang diinformasikan kembali,” tambahnya.
Salah satu nasabah BRI yang terkena dampak adalah Porman Manullang (45). Pria tersebut sangat merasa kesal karena kartu ATM-nya tertelan ketika mencoba melakukan transaksi sekitar jam 1 WIB pada malam pagi kemarin. “Saya benar-benar kesal dan khawatir. Saat itu saya sangat membutuhkan uang tunai untuk keperluan mendesak keluarga, tapi mesin justru menelan kartu saya. Di tengah malam pagi seperti itu, saya tidak bisa melakukan apa-apa dan harus menunggu hingga pagi hari untuk melapor ke cabang bank,” ucap Porman dengan nada kesal.
Ia menambahkan bahwa hal ini membuatnya khawatir terkait keamanan dana di rekeningnya, meskipun mengetahui bahwa kartu yang tertelan tidak dapat digunakan oleh orang lain tanpa kata sandi. “Namun, ketidaknyamanan dan kekhawatiran tetap ada, terutama karena saya tidak bisa mengakses rekening saya secara langsung ketika dibutuhkan,” jelas Porman.
seorang nasabah lain yang pernah mengalami hal serupa, mengaku merasa terganggu aktivitasnya. “Saya butuh uang tunai untuk keperluan mendesak, tapi malah kartu saya tertelan. Sekarang saya harus datang ke cabang bank dengan membawa dokumen identitas untuk mengambilnya, yang jelas memakan waktu dan tenaga,”
Ketika dihubungi untuk mendapatkan klarifikasi, pihak BRI Cabang Medan Marelan menyatakan bahwa mereka telah mencatat laporan terkait mesin ATM di pombensin Pollung, termasuk kasus yang dialami Porman Manullang. “Kami akan segera mengirimkan tim teknisi untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan pada mesin ATM tersebut. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para nasabah, dan kami akan berusaha menangani masalah ini secepat mungkin. Bagi nasabah yang kartu ATM-nya tertelan, silakan datang ke cabang kami dengan membawa KTP untuk proses pengambilan kartu,” ujar seorang petugas layanan pelanggan BRI yang tidak ingin disebutkan namanya.
Pihak pombensin juga berharap agar perbaikan dapat dilakukan segera, karena mesin ATM tersebut tidak hanya digunakan oleh pelanggan pombensin, tapi juga oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan akses layanan perbankan di wilayah tersebut.”Rusmani simanullang “













Komentar